Perindu Acer Pseudoplatanus

Maret 22, 2018



Waktu terbaik menikmati maple yang kian berjatuhan ialah saat Desember beranjak pergi, kukutip dari salah satu buku yang pernah kubaca. Entahlah, sebab aku (belum) pernah merasakan bagaimana indahnya daun maple itu. Dengan segenap hatiku, semoga waktu berkenan untuk mempertemukanku dengan suasana maple yang telah lama kuidamkan, hehe.


Hei, bolehkah kita bercengkerama diselimuti nuansa romantisme dibawah naungan maple?
Bercerita perihal keharmonisan dan kesetiaan yang berada dibalik daun-daun maple yang kian berguguran.
Ya, bercerita perihal kesetiaan daun maple yang selalu gugur pada musimnya.
Kukira waktu senantiasa bergilir, begitupun dengan musim yang senantiasa berganti.
Tetapi bagaimanapun, maple akan tetap menawan, bagaimanapun siklusnya.


Satu hal yang kupelajari dari maple, bahwa penantian panjang tak akan berakhir dengan sia-sia.
Sebab itulah aku ingin selalu setia layaknya daun maple, selalu setia tuk menanti hingga musim gugur tiba.

Singkat saja, sejauh apapun kaki beranjak dari tempat sebelumnya.
Bayangan kalian masih saja sama.
Terukir dengan begitu jelasnya dibenakku.
Ya, maukah kalian bersanding denganku untuk saling menanti?
Menanti saat dimana kita benar-benar bisa bercengkerama dan terbang bersama menuju angkasa raya.

Itu mimpiku, bersama kalian.

Sepotong sajak dariku, perindu maple.


Sulawesi Selatan, Maret 22, 2017.

You Might Also Like

0 komentar